CHAPTER 1: Between You and Your Flaws
Halaman Tersembunyi Terkurung dalam lamunan, Membeku dalam ingatan. Menghilang dalam angan, Terbuai dalam bayangan. Duka tertanam tanpa suara, Rintihan hati kian menggema. Berusaha kuat agar tak runtuh, Mencari damai yang kau butuh. Bagian ini tidak ingin dibaca, Tidak perlu juga dicerca. Rasakan secara perlahan, Tanpa tuntutan, tanpa paksaan. Di halaman ini jiwaku diuji, Menyusuri jalanan berduri. Merebak keluar dari ilusi, Demi keutuhan yang sejati. Sebuah Pengakuan Ini adalah sebuah pengakuan, Tentang letih tak berkesudahan. Ungkapan ini akhirnya keluar, Mencegah naluri menjadi liar. Apa salah bila kehilangan arah? Apa salah jika ingin menyerah? Saat tujuan yang samar terlihat, Dengan beban yang kian pekat. Retak dulu kemudian bertahan, Meski gentar aku memilih berjalan. Tak selalu gagah, tak selalu tenang, Langkah ini tetap kupandang. Ini bukan sampah, tapi pengakuan, Catatan jujur membentuk kesadaran. Tidak bisa langsung disingkirkan, Namun layak untuk dimaafkan. Trying...