CHAPTER 3 : We Are Still Becoming
Menjadi Dewasa Aku kembali membuka mata, Saat waktu tak henti memburu. Hal yang dulu sebatas kata, Telah menjadi babak baru. Siap bukan menjadi pilihan, Tak tertulis di dalam daftar. Memasuki usia puluhan, Hidup datang dengan gentar. Meski belum terlalu matang, Tapi tertampar oleh kenyataan. Pilihan hidup membentang, Menunggu diambil keputusan. Mungkin beginilah dewasa, Ketika semua tak lagi sederhana. Dan aku harus tetap terima, Bahwa dunia telah berbeda. Pundak yang Berat Laksana langit yang mendung, Beban menumpuk tak terbendung. Melawan belati mengiris asa, Hanya helaan nafas yang tersisa. Bagaimana ku sambut pagi? Saat cobaan silih berganti. Tak memberi waktu sejenak, Terus saja meninggalkan jejak. Ingin aku kembali ke masa lalu, Disaat langit masih terlihat biru. Mendengar hangatnya tawa, Bukan sebuah rasa kecewa. Tapi jangan salahkan keadaan, Sebab hidup butuh pembuktian. Salah benarnya urusan nanti, Aku ter...